Jatuh Cinta Syariah, Ini Fakta-Faktanya




Cinta menurut kamus bahasa Indonesia secara etimologi adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Jatuh cinta adalah istilah yang sering digunakana pada seseorang yang mempunyai perasaan cinta pada suatu obyek tertentu. 

Dalam bahasa Arab, cinta bisa diartikan dalam banyak kata tergantung dari makna yang ingin didapat. Salah satu kata yang sering digunakan untuk mengartikan cinta adalah Al-Mahabbah. 

Mahabbah berasal dari kata "habbah" yang berarti benih-benih/biji yang jatuh ke bumi di padang pasir. Mahabbah dikatakan berasal dari kata itu karena dia merupakan sumber kehidupan. Sebagaimana benih itu tersebar di gurun pasir, tersembunyi di dalam tanah, dihujani oleh terpaan angin, hujan dan sengatan matahari, disapu oleh cuaca panas dan dingin, benih-benih itu tidak rusak oleh perubahan musim, namun justru tumbuh berakar, berbunga dan berbuah. 

Demikian halnya cinta sejati, tak lapuk dengan sengatan mentari dan guyuran hujan, tak lekang oleh perubahan musim dan tak hancur berantakan oleh terpaan angin.

Jatuh cinta syariah adalah jatuh cinta yang sesuai dengan syariat Islam. Dalam Islam, permasalahan jatuh cinta ini diceritakan saat masa-masa Rasulullah dan sahabat bersama istri-istrinya. Cinta yang dimaksudkan adalah cinta yang sah dengan istri atau dengan suami.

Jatuh Cinta Syariah, Ini Fakta-Faktanya :

Jatuh cinta ternyata bahaya untuk kesehatan jika terjadi antara pasangan yang belum sah. Diantara kerugian-kerugian cinta sebelum sah itu antara lain :

1. Menurunkan tingkat konsentrasi
2. Membuat mual
3. Susah tidur

Jatuh cinta setelah sah ternyata sangat baik untuk kesehatan. Semua ini hanya berlaku bagi cinta yang sudah sah antara lain :

1. Menambah fit tubuh
2. Cepat sembuh ketika sedang sakit
3. Terhindar dari serangan jantung

Dalam Al Qur'an Allah SWT berfirman :

الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 

Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67) .


Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.”

Cinta sejati adalah cinta karena Allah. Cinta yang didasari oleh iman dan takwa kepada Allah melahirkan cinta yang abadi. Cinta karena Allah tidak akan dipengaruhi oleh dunia malah sebaliknya akhirat dan surga adalah tujuannya. Dengan membangun cinta karena Allah maka akan didasari oleh syariat yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.

Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.





Share on Google Plus

0 comments:

Posting Komentar