Rahasia Doa Sebagai Senjata Kaum Muslimin



Doa adalah bentuk penghambaan yang begitu besar kepada Allah. Di dalam doa terdapat permohonan, dan curahan hati seorang hamba kepada Rabnya. Doa merepresntasikan kelemahan manusia dan kemahakuasaan Allah. Manusia yang sadar akan kelemahan dan ketidakmampuannya akan memohon kepada Rab semesta alam dalam bentuk doa.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 186 :


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (١٨٦)

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdo'a kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (perintah-Ku) dan beriman kepada-Ku, agar mereka mendapat petunjuk."

Doa sebagai senjata kaum muslimin adalah sebuah ungkapan yang sangat pas. Dengan doa sesuatu yang tidak mungkin akan menjadi mungkin dengan seizin Allah. Dengan doa nasib seseorang bisa berubah tentu dengan seizin Allah pula. Dan kejayaan Islam akan kembali dengan banyak berdoa kepada Allah.

Maka dari itu ada 3 rahasia doa sebagai senjata kaum muslimin yang telah dirangkum oleh hijramedia. Tiga rahasia itu antara lain :

1. Doa sebagai senjata dapat membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin dengan seizin Allah.
Rahasia yang pertama ini adalah sifat dari doa sebagai senjata yaitu dapat membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Berdoa dengan khusyuk disertai dengan kehadiran hati akan membuat kekuatan doa semakin besar dan ijabah dari Allah juga akan semakin besar.
Percaya dengan sepenuh hati bahwa doa akan membuat sesuatu hal menjadi mungkin adalah bentuk iman kepada Allah tentang sifat-Nya yang maha kuasa. Allah dapat membuat sesuatu hal terjadi dengan hanya sebuah kalimat kun fayakun. Tiada yang tidak mungkin bagi Allah, dan kita sebagai hambanya harus percaya bahwa doa akan terkabul.
2. Doa sebagai senjata tidak akan berfungsi dengan baik jika penggunanya bukan orang yang ahli.
Layaknya senjata, doa pun tidak akan berfungsi dengan baik jika penggunanya bukan orang yang ahli. Ahli dalam hal berdoa adalah seseorang yang ahli ibadah, baik akhlaknya, sempurna imannya. Bukan orang yang ahli maksiat, buruk akhlaknya, dan cacat imannya.
Bagaimana mungkin doa akan dikabulkan saat makanan kita masih mengandung makan haram, baju yang digunakan berasal dari harta yang haram, akhlak yang buruk, dan masih suka melakukan kesyirikan. Sudah tentu orang-orang yang ahli ibadah dan mencintai Allah sehingga Allah pun mencintainya yang akan mendapatkan kesitimewaan doa.
Lihatlah sosok para wali-wali Allah yang diberikan kemudahan dengan berdoa. Semua itu tak lepas karena mereka mencintai Allah dan Allah pun mencintai mereka sehingga dengan mudah doa akan dikabulkan dan kesulitan akan menjadi kemudahan.

3. Doa sebagai senjata akan tumpul jika jarang digunakan.
Manusia kadang ingat Allah dan memohon kepada Allah hanya pada saat-saat sulit. Doa yang menjadi senjata umat muslim hanya digunakan saat-saat sulit saja. Sudah tentu doa sebagai senjata tersebut akan tumpul dan sulit untuk diijabah oleh Allah.
Senjata terbaik adalah senjata yang sangat tajam dapat menembus pertahanan lawan dengan satu kali pukulan. Senjata yang tajam diperoleh dari proses yang lama diasah terus menerus. Begitu juga doa, doa terbaik adalah doa yang didengarkan oleh Allah dan Allah mengabulkannya. Doa yang baik tercipta dari proses panjang yang tak kenal lelah dan henti. Setiap ada kesempatan diwaktu-waktu yang mustajab untuk berdoa akan dimanfaatkan untuk berdoa.
Maka dari itu berdoalah setiap ada kesempatan. Jangan lewatkan kesempatan untuk berdoa karena hakikatnya berdoa adalah mengingat Allah dan ini adalah ibadah. Berdoa dengan khusyuk serta menghadirkan hati disertai dengan tingkat keimanan yang mantap maka Allah akan mengabulkan doa-doa kita.

Dari Salman al-Farisi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِى مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا »

Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Ta’ala adalah maha pemalu lagi maha mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa

Teruslah berdoa,yakinlah bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa-doa kita.



وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (١٨٦) - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-al-baqarah-ayat-183-187.html#sthash.RXjPruO2.dpuf
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (١٨٦) - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-al-baqarah-ayat-183-187.html#sthash.RXjPruO2.dpuf
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (١٨٦) - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-al-baqarah-ayat-183-187.html#sthash.RXjPruO2.dpuf
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (١٨٦) - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-al-baqarah-ayat-183-187.html#sthash.RXjPruO2.dpuf
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (١٨٦) - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-al-baqarah-ayat-183-187.html#sthash.RXjPruO2.dpuf
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (١٨٦) - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-al-baqarah-ayat-183-187.html#sthash.RXjPruO2.dpuf
Share on Google Plus

0 comments:

Posting Komentar