Empat Akhlak yang Menjauhkan Kita Dari Neraka

Empat akhlak yang menjauhkan kita dari neraka, apa saja akhlak-akhlak tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Rasulullah SAW adalah contoh yang sangat ideal bagi seluruh manusia di muka bumi. Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT menjadi Rasul dengan akhlak yang mulia sehingga dapat menyebarkan ajaran Islam dengan baik. Rasulullah SAW diberi nama Muhammad yang artinya "dia yang terpuji". Nama Muhammad mewakili sifat-sifat Rasulullah yang terpuji bahkan sebelum menjadi Rasul beliau memang orang yang berakhlak mulia hingga semua orang di Mekkah percaya akan perkataan Rasulullah SAW.

Sejak mendapatkan wahyu dari Allah untuk menyebarkan Islam banyak masyarakat di Mekkah yang tidak percaya oleh Rasulullah bukan karena tidak percaya begitu saja melainkan mereka lebih memilih menjaga kehormatan dan gengsi di dalam suku-suku yang ada di Mekkah. Seperti paman Rasulullah Abu Thalib yang hingga wafatnya tidak kunjung memeluk Islam dikarenakan gengsi dan lebih memilih kehormatan diantara para pemimpin suku di Mekkah.

Oleh karena itu Akhlak adalah hal yang diutamakan oleh Allah dan Rasulullah untuk menyebarkan ajaran agama Islam.
Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ عَبْـدِ اللهِ بْنِ مَسْـعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ أَلاَ أُخْـبِرُكُمْ بِـمَنْ يَحْـرُمُ عَلىَ الـنَّارِ أَوْ بِـمَنْ تَحْـرُمُ عَلَـيْهِ الـنَّارُ عَلىَ كُلِّ قَرِيـبٍ هَـيِّنٍ سَـهْلٍ

Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Mas’ud r.hu berkata, ”Rasulullah saw telah bersabda, ”Maukah kalian aku beri tahu orang-orang yang tidak akan disentuh api neraka? Atau, orang-orang yang tidak akan masuk neraka? Dia-lah orang yang mudah bergaul [dalam kebaikan], berlemah-lembut, dan tidak mempersulit” (Hr.Tirmidzi).

Dalam hadits di atas disebutkan akhlak atau sifat yang menjauhkan kita dari api neraka yaitu :

1. Hayyin
Hayyin berarti rendah hati. Rasulullah SAW mencontohkan sikap hayyin saat menghakimi sahabat yang ketahuan berkhianat. Saat hendak perang untuk membebaskan Mekkah, seorang sahabat Rasulullah mencoba untuk membocorkan strategi perang dan persiapan yang akan dilakukan Rasulullah serta para sahabat yang lainnya. Atas seijin Allah maka pengkhianatan ini ketahuan dan sahabat tersebut ditangkap dan diadili oleh Rasulullah. Sahabat yang lain seperti Umar sangat marah dan ingin sekali untuk membunuh pengkhianat tersebut. Namun Rasulullah dengan sifat hayyin nya ingin mendengarkan alasan dibalik pengkhianatan orang tersebut.
Singkat cerita Rasulullah membebaskan pengkhianat ini karena orang ini akan bertaubat dan Ia adalah ahli Badar yang turut berjuang saat perang badar dahulu. Orang ini sangat khawatir jika kalah perang di fathu Mekkah maka tak ada yang menebusnya ketika ditawan karena Ia hidup sebatang kara dan tak punya keluarga. Sikap inilah yang perlu kita contoh yaitu tidak gampang untuk menghakimi hingga tabayyun atau klarifikasi telah dilakukan.
2. Layyin
Layyin berarti lemah-lembut. Maksudnya, terdapatnya budi pekerti yang lemah-lembut dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku lemah-lembut yang dimiliki benar-benar lahir dari hati nurani. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari, alam bawah sadarnya senantiasa ditanamkan untuk berperilaku lemah-lembut. Sebab, hanya dengan perilaku lemah-lembut Allah azza wa jalla menganugerahkan banyak hal, utamanya ilmu hikmah dan keutamaan yang lain.

Rasulullah dalam sebuah hadits disebutkan bahwa beliau setiap pagi selalu menyuapi makan wanita tua yahudi yang buta. Namun wanita yahudi ini malah mencaci maki beliau dengan menyebutkan bahwa Muhammad itu adalah pendusta. Rasulullah diam saja dan tidak memberitahu wanita tersebut bahwa dialah yang dimaksud oleh wanita itu. Kelemah lembutan Rasulullah saat menyuapi wanita yahudi ini terasa saat Rasulullah wafat dan Abu Bakar yang menggantikannya. Wanita ini merasa bahwa orang yang menyuapinya sewaktu dulu lebih lembut dari pada orang yang sekarang menyuapinya. Akhirnya Abu Bakar memberitahu kepada wanita buta tersebut bahwa selama ini Rasulullah lah yang menyuapinya.

3. Qaribin
Qarībin artinya dekat dengan manusia serta mudah bergaul. Konteks hadis dalam bahasan di atas adalah, seorang muslim mukmin yang memiliki perilaku ”mudah dekat” (pandai bergaul) dengan sesama makhluk-Nya. Khususnya, dalam pergaulan mereka dengan sesama saudara muslim. Ukuran pandai bergaul dalam hadis di atas yaitu bergaul yang mendatangkan ridha di sisi-Nya ,serta pergaulan yang mendatangkan kemanfaatan buat sesama. 
4. Sahlin
Sahlin artinya mudah dalam bermuamalah. Maksudnya, sangat mudah dalam mensupport segala kebaikan. Dia berprinsip, ”Jika mudah. Mengapa harus dipersulit? Jika memang dapat cepat. Mengapa harus diperlambat?” Sehingga dalam hidupnya sangat senang dalam memberikan pelayanan kepada sesama makhluk. Pelayanan untuk berlomba dalam hal terciptanya kebaikan demi kebaikan. Mengapa bisa begitu? Karena hanya termotivasi untuk mendapatkan anugerah dan ridha dari sisi-Nya. 

Semoga kita semua bisa mengamalkan sifat-sifat ini sehingga dijauhkan dari api neraka. Aamiin, Wallahualam...
Share on Google Plus

0 comments:

Posting Komentar