Sebab Sebab Keterpurukan Umat Islam Bagian 3



Selain faktor tafarruq (perpecahan) dan juz'iyyah (parsial dalam pemahaman dan pengamalan) yang sudah kita bahas, faktor penyebab umat ini menjadi lemah dan terpuruk adalah tarkul jihad (meninggalkan jihad).

Jihad yang dimaksud disini mencakup pengertian jihad secara luas: jihad qitali (perang), jihad ta'limi (menuntut ilmu), jihad tablighi (menyampaikan dakwah), jihad iqtishadi (ekonomi), jihad siyasi (politik), jihad mali (harta), dll.

'Jihad' berasal dari kata 'jahada' artinya bersungguh-sungguh. Jihad adalah ciri orang yg beriman, sebagaimana firman Allah Ta'ala,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar". (49: 15)

Maka, ketika kaum muslimin meninggalkan jihad jadilah mereka orang-orang yang lemah. Musuh-musuh Islam tidak akan lagi gentar menghadapi mereka. Bahkan musuh-musuh itu akan berani menindas dan merampas kehormatan, kekayaan alam, dan apa saja yang dimiliki kaum muslimin. 

Akibat meninggalkan jihad, umat ini menjadi bagaikan hidangan yang diperebutkan,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Bersabda Rasulullah shallallahu ’alaih wa sallam “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabishollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dantakut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745

Wallahu a'lam...(Tamat)
Share on Google Plus

0 comments:

Posting Komentar